
Setiap mahasiswa tentu punya cara masing-masing untuk bertahan di masa ujian. Ada yang lebih nyaman belajar dengan membaca ulang materi, ada yang memilih diskusi, hingga memanfaatkan teknologi seperti AI dan YouTube untuk membantu memahami materi yang sulit. Menariknya, mahasiswa FISIP dikenal memiliki gaya belajar yang unik karena banyak mata kuliah yang menuntut pemahaman, analisis, dan kemampuan berpikir kritis, bukan sekadar hafalan.
Bandung (27/04/2026) — Musim ujian selalu jadi momen yang paling menegangkan bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa FISIP. Tugas menumpuk, deadline berdatangan, ditambah persiapan menghadapi ujian yang bikin deg-degan. Tidak sedikit mahasiswa yang mulai begadang, mengandalkan kopi, bahkan ada yang baru membuka catatan H-1 ujian. Padahal, menghadapi ujian tidak selalu harus penuh drama jika kita punya strategi yang tepat.
Yuk, kita cari tahu tips dan trik menghadapi ujian dari tiga mahasiswa FISIP berikut ini!
1. Paujiah Nurpadilah – Sosiologi Angkatan 2024
Menurut Paujiah, memahami materi jauh lebih penting daripada sekadar menghafal. Ia memiliki beberapa cara belajar yang membuat persiapan ujian terasa lebih mudah dan efektif.
- Mengulang materi dengan bantuan AI
Paujiah biasanya membaca ulang materi dari PPT perkuliahan, lalu meminta bantuan AI untuk menjelaskan kembali materi tersebut dengan bahasa yang lebih sederhana. Cara ini membuat materi yang awalnya terasa sulit menjadi lebih mudah dipahami, sehingga proses menghafal pun terasa lebih ringan karena sudah benar-benar paham isi materinya.
- Belajar tambahan melalui YouTube
Selain dari materi yang diberikan dosen, ia juga sering mencari penjelasan tambahan melalui YouTube. Menurutnya, video pembelajaran membantu memberikan sudut pandang yang berbeda sehingga materi lebih mudah dipahami dan tidak terasa membosankan.
2. Febriyanto – Ilmu Politik Angkatan 2025
Menurut Febriyanto, menghadapi ujian membutuhkan fokus, persiapan yang matang, dan ketenangan saat mengerjakan soal.
- Fokus satu minggu sebelum ujian
Ia menyarankan agar mahasiswa mulai serius belajar sejak satu minggu sebelum ujian. Mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting sangat membantu agar fokus tidak terpecah dan waktu belajar menjadi lebih maksimal.
- Tetap tenang saat ujian berlangsung
Menurutnya, rasa panik justru membuat jawaban menjadi tidak maksimal. Jika menemukan soal yang sulit atau tidak terduga, lebih baik tetap tenang dan mengerjakan soal yang paling dikuasai terlebih dahulu agar waktu ujian lebih efektif.
- Mengulang materi H-1 sebelum ujian dimulai
Satu jam sebelum ujian berlangsung, Febriyanto biasanya kembali membuka materi untuk mengingat teori, rumus, atau konsep penting. Cara ini membantu meningkatkan rasa percaya diri sebelum masuk ruang ujian.
- Mencari referensi tambahan dari luar materi dosen
Ia juga menekankan pentingnya mencari sumber belajar lain seperti YouTube atau referensi tambahan, karena terkadang ada soal dasar yang tidak dijelaskan langsung oleh dosen tetapi tetap muncul dalam ujian.
3. Hani Setia Utami – Administrasi Publik Angkatan 2025
Menurut Hani, belajar yang efektif adalah belajar yang membuat kita benar-benar memahami materi, bukan hanya sekadar menghafal.
- Membaca lalu menjelaskan ulang dengan kata sendiri
Setelah membaca materi, Hani biasanya mencoba menjelaskan kembali tanpa melihat catatan. Cara ini membuat pemahaman menjadi lebih kuat karena otak dipaksa untuk benar-benar mengingat dan memahami isi materi.
- Belajar secara dicicil, bukan mendadak
Ia lebih memilih belajar sedikit demi sedikit daripada sekaligus dalam waktu singkat. Dengan cara ini, materi lebih mudah masuk dan tidak membuat tubuh maupun pikiran terlalu lelah.
- Fokus pada poin penting dan membuat ringkasan
Hani juga sering membuat ringkasan singkat agar inti materi lebih mudah dipahami. Fokus pada bagian penting membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan tidak terlalu membingungkan.
Pada akhirnya, menghadapi ujian bukan hanya soal seberapa lama kita belajar, tetapi bagaimana cara kita memahami materi dengan strategi yang tepat. Setiap mahasiswa memiliki metode belajarnya masing-masing. Yang terpenting adalah tetap fokus, tenang, dan konsisten dalam belajar agar ujian bisa dihadapi dengan lebih percaya diri dan hasil yang maksimal.
Written By: Tiara Diassalsabila – Administrasi Publik’23


