Pemberdayaan Kemandirian Disabilitas Netra Melalui Pengembangan Keterampilan Vokasional di Sentra Wyata Guna Cicendo Kota Bandung
Keywords:
Capability Approach, Disabilitas Netra, Keterampilan Vokasional, Kemandirian, PemberdayaanAbstract
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan dan pembentukan kemandirian penyandang disabilitas netra di Sentra Wyata Guna Bandung, melalui lensa Capibility Approach. Fokus utama kajian ini adalah mengevaluasi bagaimana integrasi antara bimbingan fisik, mental, dan pelatiham vokasional mampu mentransformasi keterbatasan sensorik menjadi kapabilitas fungsional yang berkelanjutan. dengn menggunakan metode kualitatif melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam selama 25 hari, studi ini menemukan bahwa kemandirian Penerima Manfaat (PM) dibangun secara berjenjang. Melalui kegiatan pemberdayaan yang dimulai dari pembanguan Funcioning dasar melalui Activity og Daily Livyng (ADL) dan Orientasi Mobilitas (OM), yang kemudian diperluas melalui literasi Braille serta keterampilan vokasional seperti massage, shiatsu, dan tata boga. Hasil kegiatan menunjukan bahwa program-program pemberdayaan tersebut efektif meningkatkan kemandirian dan pengembangan keterampilan vokasional sebagai agensi individu dan kebebasan nyata Wyata Guna berhasil merekonstruksi identitas PM dari objek penerima bantuan menjadi subjek ekonomi yang produktif dan profesional. Kesimpulannya, model pemberdayaan holistik yang menggabungkan faktor konversi lingkungan dan penguatan mental merupakan kunci dalam menciptakan inklusi sosial bagi disabilitas netra, yang dapat meningkatkan kapabilitas keterampilan PM.
