Peran Amilin dalam Pemberdayaan Warga Pra-Sejahtera: Penelitian Pada LAZIS Darul Hikam Kota Bandung
Keywords:
Amilin, Lazis, Pemberdayaan Warga Pra-Sejahtera, Peran SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran amilin dalam pemberdayaan warga prasejahtera melalui studi kasus pada Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) Darul Hikam Kota Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, serta analisis logbook kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amilin tidak hanya menjalankan fungsi administratif dalam pengelolaan zakat, tetapi juga berperan aktif sebagai pendamping dan fasilitator pemberdayaan mustahik. Peran ini sejalan dengan teori peran sosial (Biddle, 1986), yang menekankan bahwa individu dalam suatu sistem sosial memiliki ekspektasi perilaku yang melekat pada posisi sosial tertentu. Program-program pemberdayaan yang dijalankan LAZIS Darul Hikam mencakup bantuan zakat produktif, pelatihan usaha mikro, dan pembinaan berkelanjutan, yang didasarkan pada prinsip-prinsip teori pemberdayaan (Zimmerman, 2000) yang menekankan peningkatan kontrol, kapasitas, dan partisipasi individu terhadap kehidupannya. Temuan utama menunjukkan bahwa keberhasilan pemberdayaan sangat dipengaruhi oleh kompetensi sosial amilin, pendekatan partisipatif (Arnstein, 1969), serta keberlanjutan program pendampingan. Kesimpulannya, amilin memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi warga prasejahtera, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas amilin dan penguatan sistem pendukung kelembagaan untuk menciptakan dampak yang lebih optimal dan berkelanjutan.

