Pemberdayaan Komunitas dalam Bisnis Kedai Kopi dan Implikasinya terhadap Sosial Ekonomi Lokal: Studi Kasus di Ruang Senggang, Pamulang, Tangerang Selatan
Keywords:
Pemberdayaan Komunitas, Modal Sosial, Kedai Kopi, Ekonomi Lokal, PartisipasiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pemberdayaan komunitas dalam bisnis kedai kopi Ruang Senggang di Pamulang, Tangerang Selatan, serta implikasinya terhadap kondisi sosial-ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pemilik, karyawan, dan pengunjung, serta observasi partisipatif selama rentang waktu 2020–2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ruang Senggang memberdayakan komunitas melalui tiga dimensi utama: partisipasi (melibatkan warga dalam acara kolaboratif), pengembangan kapasitas (pelatihan informal bagi karyawan), dan akses ekonomi (penyerapan tenaga kerja lokal dan kolaborasi dengan UMKM). Modal sosial, sesuai teori Bourdieu, menjadi kunci dalam mengonversi jaringan sosial menjadi keuntungan ekonomi. Namun, pertumbuhan bisnis yang terlalu cepat tanpa persiapan modal memicu ketidakseimbangan operasional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan komunitas dapat menjadi fondasi keberlanjutan bisnis skala kecil, asalkan diimbangi dengan perencanaan strategis. Rekomendasi praktis mencakup kolaborasi dengan instansi lokal untuk memperkuat dukungan modal dan pelatihan berkelanjutan.

