Pemberdayaan Warga Binaan melalui Keterampilan Membatik di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung
Keywords:
keterampilan membatik, kemandirian, pemberdayaan, reintegrasi sosial, warga binaanAbstract
Abstrak
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan warga binaan melalui keterampilan membatik di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung serta mengidentifikasi manfaatnya terhadap peningkatan kemandirian dan kesiapan reintegrasi sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara informal, dan studi dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program membatik dilaksanakan secara terstruktur melalui tahapan pembuatan motif, pencantingan, pewarnaan, hingga finishing. Kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan teknis warga binaan serta memberikan dampak positif pada aspek psikososial, seperti meningkatnya rasa percaya diri, motivasi, dan kreativitas. Selain itu, kegiatan ini juga memiliki nilai ekonomi melalui pemasaran produk batik sehingga berpotensi menjadi bekal kemandirian setelah bebas. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana, waktu, dan partisipasi yang belum merata. Secara keseluruhan, kegiatan membatik merupakan bentuk pemberdayaan yang berkontribusi dalam mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
