Tantangan Bidang Penyuluhan Dalam Pengembangan Kompetensi Penyuluh Pertanian di Provinsi Jawa Barat Melalui Analisis Sosiologi
Keywords:
Penyuluhan Pertanian, Kompetensi Penyuluh, Teori Pertukaran SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tugas pokok, fungsi, dan peran Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, serta mengidentifikasi faktor penghambat dalam pengembangan kompetensi penyuluh pertanian. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci dari Tim Ketenagaan serta studi dokumentasi literatur sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bidang Penyuluhan menghadapi hambatan struktural yang signifikan, seperti ketimpangan beban kerja akibat kurangnya jumlah tenaga lapangan di mana satu penyuluh mengampu hingga lima desa, ketidakpastian regulasi karier, serta pembatasan anggaran (refocusing) yang memangkas frekuensi pelatihan. Menggunakan kacamata sosiologi melalui Teori Pertukaran Sosial George Homans, hambatan-hambatan ini menciptakan hubungan pertukaran yang asimetris antara negara dan penyuluh. Ketika tuntutan beban kerja dari negara tidak diimbangi dengan ganjaran (reward) yang sepadan, penyuluh secara rasional menurunkan usahanya (minimum effort) dan bergeser dari agen perubahan progresif menjadi sekadar pelaksana teknis administratif. Rekomendasi strategis dari kajian ini mencakup integrasi pengembangan kompetensi dalam sistem perencanaan anggaran yang stabil, penataan ulang distribusi wilayah kerja, serta penerapan sistem pembelajaran kolaboratif bersama lembaga pendidikan dan balai penelitian demi mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.
