Komunikasi Partisipatif dalam Audiensi DPRD Kota Bandung bagi Penyandang Tunanetra
Keywords:
Audiensi, DPRD, Komunikasi Partisipatif, Partisipasi MasyarakatAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan audiensi sebagai media komunikasi partisipatif serta mengkaji bentuk partisipasi penyandang tunanetra dalam menyampaikan aspirasi di DPRD Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipan, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiensi menjadi ruang komunikasi dua arah antara masyarakat dan DPRD, di mana penyandang tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Bandung dapat menyampaikan aspirasi secara langsung dan memperoleh tanggapan dari anggota dewan. Namun, partisipasi yang terjadi masih cenderung bersifat representatif karena penyampaian aspirasi didominasi oleh perwakilan kelompok, serta adanya keterbatasan waktu yang membatasi keterlibatan secara menyeluruh. Meskipun demikian, adanya proses diskusi internal sebelum audiensi serta tindak lanjut dalam rapat DPRD menunjukkan bahwa partisipasi yang terjadi memiliki arah dan potensi dalam proses pengambilan kebijakan. Dengan demikian, audiensi dapat dipahami sebagai media komunikasi partisipatif yang cukup efektif, meskipun masih perlu peningkatan dalam aspek inklusivitas.
