Optimalisasi Pengelolaan Data dan Administrasi Dalam Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak di DP3A Kota Bandung
Keywords:
Forum Komunikasi Anak, Open Recruitment, Partisipasi Anak, Praktik LapanganAbstract
Abstrak
Pengelolaan data dan administrasi adalah aspek utama yang mendukung keberhasilan program perlindungan terhadap perempuan dan anak, terutama di lembaga pemerintah seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem pengelolaan data dan administrasi yang ada, mengidentifikasi masalah yang dihadapi, serta merumuskan langkah-langkah pengoptimalan untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan sumber data utama yang berasal dari buku log kegiatan praktik kerja lapangan yang mencerminkan aktivitas administratif harian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengumpulan dokumen, dan analisis terhadap beragam aktivitas seperti rekap data, pengarsipan berkas, penyusunan laporan kegiatan, serta digitalisasi dokumen.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan data di DP3A masih berlangsung dengan cara semi-manual, di mana ketergantungan terhadap proses rekap dan pengarsipan tradisional masih sangat tinggi. Masalah utama yang teridentifikasi meliputi kurangnya struktur dan standar dalam sistem pengarsipan, tingginya jumlah pekerjaan administratif yang berulang, kurang optimalnya integrasi data di antara divisi, serta minimnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi kerja. Situasi ini berpengaruh pada akurasi data yang kurang optimal, lama waktu yang diperlukan untuk menyusun laporan, serta risiko terjadinya duplikasi dan inkonsistensi data.
Sebagai langkah pengoptimalan, penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem digitalisasi administrasi yang berbasis database sentral, penetapan standar untuk format laporan dan dokumen, integrasi sistem informasi di berbagai divisi, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola data dengan pendekatan berbasis teknologi. Diharapkan, pelaksanaan strategi ini dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan efektivitas dalam pengelolaan data, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam usaha perlindungan terhadap perempuan dan anak.
