Belajar, Berkolaborasi, dan Berjejaring: Pengalaman Mahasiswa FISIP UIN Bandung di Temu AdMI 2026

Bali (4-9/08/26) — Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkesempatan mengikuti Temu Administrator Muda Indonesia (Temu AdMI) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Warmadewa, Bali, pada 4-9 Agustus 2026.

Temu AdMI merupakan forum tahunan nasional yang mempertemukan mahasiswa Administrasi Publik atau Administrasi Negara dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antarmahasiswa Administrasi Publik di tingkat nasional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Temu AdMI mengusung tema “Manifestasi Kebijakan Prioritas Nasional (RPJMN 2025-2029) melalui Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan.” Tema tersebut kemudian dikembangkan ke dalam empat cluster kajian yang mengangkat isu strategis nasional, mulai dari pertahanan dan keamanan, pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur, hilirisasi dan pemerataan ekonomi, hingga reformasi birokrasi dan mitigasi dampak lingkungan.

Delegasi Administrasi Publik FISIP UIN Bandung terdiri atas Tiara Diassalsabila, Winaya Miranda Eka Puteri, dan Fizhillalil Quran, mahasiswa angkatan 2023, dengan didampingi dosen pembimbing Siti Alia, S.IP., M.AP. dan Hilma Mutiara Winata, M.Si.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya welcoming dinner, seminar nasional, seminar cluster, public hearing, musyawarah besar, awarding night, fun games, hingga city tour.

Salah satu rangkaian yang menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah seminar Nasional dan public hearing. Dalam kegiatan ini, peserta berdiskusi bersama pemateri hebat dan memaparkan hasil policy brief berdasarkan isu yang telah ditentukan kepada para pemangku kebijakan.

Selain menjadi ruang akademik, Temu AdMI juga memberikan pengalaman sosial bagi para peserta. Mahasiswa dari berbagai daerah dituntut untuk beradaptasi, bekerja dalam tim baru, serta membangun komunikasi dengan orang-orang yang sebelumnya belum mereka kenal.

Hal tersebut dirasakan oleh Winaya Miranda Eka Puteri. Ia mengatakan bahwa mengikuti Temu AdMI menjadi pengalaman untuk terus berproses dan keluar dari zona nyaman.

“Tentunya seru dan senang bisa ketemu teman-teman baru se-Indonesia yang baik-baik banget. Aku juga jadi tertantang untuk terus berproses, mulai dari pergi dari Bandung ke Bali, beradaptasi, sampai harus kenalan dengan orang yang sebelumnya belum dikenal,” ujar Winaya.

Sementara itu, Tiara Diassalsabila menilai Temu AdMI memberikan perspektif baru mengenai luasnya bidang Administrasi Publik. Menurutnya, ilmu Administrasi Publik tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan dan birokrasi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih terbuka bahwa Administrasi Publik itu sangat luas dan bisa berkontribusi di berbagai aspek, baik sosial, ekonomi, maupun pembangunan. Di Temu AdMI kami juga membahas bagaimana mahasiswa bisa berkontribusi untuk Indonesia melalui tema RPJMN 2025–2029,” ujar Tiara.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Fizhillalil Quran. Sebagai peserta yang telah mengikuti Temu AdMI untuk kedua kalinya, ia mengaku tetap memperoleh ilmu dan pengalaman baru, terutama dalam bekerja bersama tim yang berbeda.

“Karena ini sudah tahun kedua saya mengikuti Temu AdMI, tentunya selalu ada ilmu, wawasan, dan pengalaman baru yang saya dapatkan. Tahun ini saya berproses dengan tim kelompok baru, jadi banyak belajar tentang beradaptasi, menyatukan cara kerja, dan menghadapi dinamika selama prosesnya,” ungkapnya.

Kehadiran mahasiswa Administrasi Publik FISIP UIN Bandung dalam Temu AdMI 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman akademik sekaligus membangun jejaring dengan mahasiswa Administrasi Publik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya mampu memahami berbagai persoalan kebijakan publik secara lebih komprehensif, tetapi juga memiliki semangat untuk mengambil peran dalam menghadirkan gagasan dan kontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Temu AdMI 2026 pada akhirnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar mengenai kebijakan dan administrasi publik, tetapi juga belajar tentang kolaborasi, keberagaman perspektif, dan proses menjadi administrator muda yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

Scroll to Top