Reaktivitas Pemerintah terhadap Isu Viral di Era Digital: Studi Kasus Kebijakan Responsif atas Tagar #KaburAjaDulu di Indonesia

Authors

  • Hila Lailatul Qodriyah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Author

Keywords:

Viral-based policy, Media Sosial, Reaktivitas pemerintah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola reaktivitas pemerintah terhadap isu publik yang viral di media sosial, dengan studi kasus tagar #KaburAjaDulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus intrinsik dan teknik analisis isi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi digital dan observasi media daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viralitas tagar tersebut merepresentasikan keresahan kolektif masyarakat muda terhadap kondisi sosial-ekonomi. Respons pemerintah bersifat reaktif, tidak terkoordinasi, dan lebih berorientasi pada simbolisme daripada solusi struktural. Publik memberikan reaksi balik yang tajam melalui media sosial, memperkuat peran digital sebagai mekanisme evaluasi kebijakan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Viral-based policy telah menjadi pola kebijakan baru di era digital, namun berpotensi melemahkan prinsip tata kelola yang partisipatif, berbasis data, dan berkelanjutan.

References

Amanda Tan. (2024). Viralitas sebagai heuristik kebijakan: Studi tentang politik responsif di era digital. Economica.id. https://www.economica.id/viralitas-sebagaiheuristik-kebijakan

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications. GoodStats. (2024). Digital Indonesia 2024: Durasi, tren, dan perilaku pengguna internet. https://goodstats.id/article/rata-rata-penggunaan-internet-di-indonesia-capai7-jam-38-menit

Kurniadi, A., & Gunawan, D. (2021). Content analysis of social media: Public and government response to COVID-19 in Indonesia. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(1), 55–67.

McCombs, M., & Shaw, D. L. (1972). The agenda-setting function of mass media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187.

Nurlatifah, K., & Najicha, F. U. (2024). Politik responsif dan media sosial: Kajian awal fenomena Viral-based policy di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Digital, 2(1), 45–60.

Republika.co.id. (2025). Survei Median: 85,7% responden tahu #KaburAjaDulu. https://republika.co.id/berita/tagar-kaburajadulu-dipahami-857-persen

Schafran, A., & Weinberger, R. (2011). Media, mobility and the making of metropolitan inequality: Agenda-setting in urban transportation policy. Urban Studies Working Paper.

United Nations. (2014). United Nations E-Government Survey 2014: E-Government for the Future We Want. Department of Economic and Social Affairs. https://publicadministration.un.org/egovkb/en-us/Reports/UN-E-GovernmentSurvey-2014

Van Aelst, P., Stro mba ck, J., Aalberg, T., Esser, F., de Vreese, C., Matthes, J., Hopmann, D. N., Salgado, S., Hube , N., & Stępin ska, A. (2014). Mediatization and political agenda setting: Changing issue priorities? Journalism Studies, 15(3), 282–298.

We Are Social & Meltwater. (2024). Digital 2024: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia

Wibowo, A., & Puspita, F. (2023). Hashtag activism dan respons kebijakan: Studi kasus kampanye digital isu lingkungan. Jurnal Kebijakan Publik Digital, 5(2), 115–130.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Zur, H., & Hatuka, T. (2023). Viral democracy: Online petitions, digital activism, and participatory governance. New Media & Society, 25(4), 867–887.

Downloads

Published

2025-12-24