Mitigasi Banjir Berbasis Disaster Risk Reduction dan Forecasting di Rancaekek

Authors

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan menunjukkan tren kejadian yang terus berulang di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitigasi bencana banjir di Rancaekek menggunakan pendekatan Disaster Risk Reduction (DRR), serta mengkaji peran kebijakan lingkungan, kearifan lokal, dan kolaborasi sektor industri dalam mengurangi risiko banjir. Pendekatan mixed methods digunakan dengan mengintegrasikan analisis kualitatif berbasis triad hazard–vulnerability–capacity (HVC) dan analisis kuantitatif menggunakan Double Exponential Smoothing (DES) untuk peramalan deret waktu kejadian banjir. Model DES diterapkan dengan konstanta pemulusan α = 0,7 dan β = 0,3, menghasilkan nilai peramalan sebesar 1,135 kejadian banjir pada periode berikutnya, yang mengindikasikan risiko banjir masih berlanjut. Temuan menunjukkan bahwa tingginya hazard diperparah oleh ekspansi lahan kawasan industri dan berkurangnya kapasitas infiltrasi tanah, sementara
vulnerability tetap tinggi akibat kepadatan permukiman, drainase yang belum optimal, dan perilaku pembuangan sampah sembarangan. Kapasitas terhambat oleh terbatasnya koordinasi antarlembaga, belum optimalnya kearifan lokal, serta minimnya keterlibatan CSR industri. Penelitian ini mengusulkan Model RIDER (Rancaekek Integrated Disaster Risk Reduction) yang mengintegrasikan pemerintah, komunitas, industri, dan sistem forecasting sebagai strategi mitigasi yang holistik. Upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menurunkan risiko banjir di Kecamatan Rancaekek.

Downloads

Published

2026-09-14